Pengertian Limbah
Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi
yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi.
Pengelompokan limbah:
1. Berdasarkan Wujudnya
Dilihat dari fisik limbah: Padat, Cair dan Gas.
2. Berdasarkan sumbernya
Dari mana limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal
dari:
- Limbah industri; limbah yang dihasilkan oleh pembuangan
kegiatan industri
- Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena
kegiatan pertanian
- Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari
kegiatan pertambangan
- Limbah domestik; Yakni limbah yang berasal dari rumah
tangga, pasar, restoran dan pemukiman-pemukiman penduduk yang lain.
3. Berdasarkan senyawa
Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan (mudah
membusuk), limbah organik mengandung unsur karbon. Contoh limbah organik dapat
anda temui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan.
Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan
tidak bisa untuk di uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik tidak
mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah Plastik dan baja.
Contoh Kasus:
Jakarta - Perusahaan distribusi daging impor, PT Indoguna
Utama yang saat ini menjadi sorotan lantaran kasus korupsi impor daging sapi
yang melibatkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfhi Hasan
Ishaq, ternyata juga memiliki persoalan dalam mengelola limbah.
Warga di sekitar perusahaan yang berada di Jalan Taruna, Kelurahan Pondok
Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu mengeluhkan air limbah berwarna putih
kehijauan bahkan terkadang hitam pekat, yang dibuang begitu saja ke saluran air
pemukiman warga.
"Warna limbahnya seperti cucian beras, tapi ada seperti lemak-lemak
yang berminyak begitu. Baunya amis, dan anyir," kata Murni seorang warga
di Jalan Taruna, RT 02/04, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur,
Selasa (2/7).
Murni mengatakan, semenjak dirinya tinggal di kawasan itu 15 tahun lalu,
persoalan limbah ini sudah terjadi. Namun, dua tahun belakangan limbah semakin
dirasakan warga setelah kegiatan PT Indoguna Utama semakin meningkat seiring
pembangunan gudang baru yang berada di seberang perusahaan lama.
"Memang nggak setiap hari keluar air limbahnya, tapi setiap air limbah
keluar selalu bau, apalagi kalau nggak hujan dan cuaca lagi panas,"
katanya.
Sebaliknya, Murni mengatakan, jika musim penghujan, meski tidak menimbulkan
bau menyengat, air limbah membuat kawasan tersebut kerap tergenang banjir.
Pasalnya, debit air limbah, ditambah dengan tidak adanya sistem drainase yang
dibangun oleh PT Indoguna, membuat air hujan mengalir deras di sekitar
pemukiman. Apalagi, dataran kawasan itu lebih rendah dibanding daerah lain yang
menjadi tujuan aliran saluran air.
"Kalau hujan air, dari dalam sana (PT Indoguna Utama) deras sekali, dan
sering bikin mampet. Bisa seharian banjirnya, karena airnya nggak
mengalir," katanya.
Keluhan serupa diungkapkan warga lainnya, Anisa (45). Warga RT 08/04
Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur ini mengatakan, jika banjir,
air hujan yang sudah tercampur dengan air limbah sering masuk ke rumah warga,
dan membuat perabotan tercemar.
"Kalau hujan pasti banjir, sampai setinggi pinggang orang dewasa,
karena debit air dari perusahaan itu banyak sekali. Belum lagi kalau air
limbahnya masuk ke rumah menempel ke perabotan. Itu susah dihilangkan, karena
seperti lemak begitu," tuturnya.
Lebih jauh, Anisa yang menetap di daerah itu sejak 2004 lalu, menuturkan,
sekitar dua tahun lalu, PT Indoguna kerap membakar limbah sampah yang membuat
asapnya mengganggu warga. Beruntung, saat ini hal itu sudah tidak terjadi lagi.
Dikatakan Anisa, limbah dan banjir yang disebabkan PT Indoguna Utama telah
dirasakan warga selama bertahun-tahun. Protes warga terkait hal ini pun telah
disampaikan kepada instansi pemerintah. Namun, hingga kini belum ada tanggapan
yang memuaskan warga. "Dari saya tinggal disini, warga udah sering
mengeluhkan limbah dan banjir, tapi belum ada tanggapan," katanya.
Ketua RT 08, Anas Bakri membenarkan keluhan warganya mengenai pembuangan
limbah dari PT Indoguna. Sebagai Ketua RT dia telah berupaya berkomunikasi
dengan perusahaan tersebut, namun hingga saat ini tidak membuahkan hasil. Anas
khawatir limbah yang terus mengalir ke saluran air pemukiman warga akan merusak
air tanah.
Analisis Kasus:
dari kasus di atas, PT Indoguna telah melanggar etika bisnis, dimana perusahaan
seharus tidak
mencemari lingkungan dan
menggangu kenyamanan warga sekitar. Terbukti PT Indoguna tidak mengolah sampah
perusahaannya sehingga menyebabkan bau amis yang mengganggu warga sekitar.
Daftar Pustaka:
http://www.miung.com/2013/06/pengertian-limbah-pengelompokan-limbah.html